Menang Referendum, Massa Pro Erdogan Turun ke Jalan

Arah - Presiden Tayyip Erdogan menyatakan kemenangan dalam referendum hari Minggu untuk mengubah sistem parlementer Turki menjadi presidensial dan hal itu memberinya wewenang lebih besar. Namun penentang perubahan konstitusi yang memperoleh 48,6 persen mengatakan pemungutan suara itu dirusak oleh penyimpangan dan mereka akan menantang hasilnya.

Di wilayah tenggara negeri itu, terutama kawasan mayoritas Kurdi dan tiga kota utama, termasuk ibukota Ankara dan kota terbesar Istanbul, tampak memilih "Tidak" setelah adanya kampanye memecah belah.

Baca Juga: Inovatif! Ini Pengganti Botol Plastik Air Minum Ramah Lingkungan
Mengubah Citra Punk, Punk Saleh: Prophet Muhammad Forever!

Erdogan mengatakan 25 juta orang telah mendukung usulan yang akan menggantikan sistem parlementer Turki dengan presidensial dan menghapuskan kantor perdana menteri, memberikan suara "Ya" sebanyak 51,5 persen suara.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik, kita mengubah sistem pemerintahan kita melalui politik sipil," kata Erdogan, mengacu pada kudeta militer yang merusak politik Turki selama beberapa dekade. "Itulah mengapa sangat signifikan."

Meski penghitungan belum usai, para pendukung Erdogan sudah turun ke jalan merayakan kemenangan sambil mengibarkan bendera Turki.

Sementara Erdogan memuji rakyatnya yang berani mengambil keputusan penting dalam sejarah Turki sejak berdirinya negeri itu pada 1923.

"Bersama rakyat, kami sudah mewujudkan reformasi terpenting dalam sejarah kami," kata Erdogan.

Berita Terkait

Menang Tipis, Mayoritas Warga Turki Dukung Referendum Menang Tipis, Mayoritas Warga Turki Dukung Referendum
Erdogan Menang Tipis, Sejumlah Warga Protes Terkait Referendum Erdogan Menang Tipis, Sejumlah Warga Protes Terkait Referendum
Jerman Selidiki Dugaan Praktik Mata-mata Turki Jerman Selidiki Dugaan Praktik Mata-mata Turki

#Jakarta #Recep Tayyip Erdogan #Turki #Referendum

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar