Tradisi Sebaran Apem 'Yaa Qowiyyu', Tuk Mengenang Ki Ageng Gribig

Arah - Di bawah panas terik mentari ribuan warga dari dalam maupun luar kota telah berkumpul di pelataran Sendang Plampeyan, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Seusai Salat Jumat dua gunungan kue apem Lanang dan Wadon diturunkan ke pelataran Sendang Plampeyan untuk didoakan.

Seusai didoakan, sebanyak lima ton kue apem disebar oleh Pengelola Pelestari Peninggalan Ki Ageng Gribig dari dua bangunan menara dan masyarakat yang telah menunggu sejak pagi saling berebut untuk mendapatkannya. Mereka menyakini akan mendapatkan berkah jika berhasil mendapatkan kue yang dikenal dengan ‘Apem Yaa Qowiyyu’.

Baca Juga: Nyadran, Harmoni di Kaki Merapi dan Merbabu
Cadas! Ini 'Voice of Baceprot' Band Metal Berhijab Asal Garut

Tradisi menyebar apem ‘Yaa Qowiyyu’ merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan masyarakat Jatinom, Klaten, Jawa Tengah untuk mengenang seorang tokoh penyebar agama Islam di Jatinom, Ki Ageng Gribig, yang dilaksanakan setiap hari Jumat pada bulan Sapar dalam penanggalan Jawa.

Prosesi penyebaran itu diawali kirab gunungan apem, Gunungan Lanang dan Wadon dikirab mengelilingi desa dan berhenti di Masjid Besar Jatinom untuk disemayamkan semalam sebelum keesokan harinya disebarkan kepada masyarakat.

Menurut sejarah, pertama kali asal kue apem tersebut dibawa Ki Ageng Gribig dari Mekkah seusai melakukan ibadah haji sebagai buah tangan untuk anak, cucu, warga dan pengikutnya. Namun karena tidak cukup maka Ki Ageng Gribig menyuruh istrinya untuk membuatkan kue apem kembali untuk dibagikan kepada warga dan pengikutnya pada waktu itu.

Sebutan ‘Yaa Qowiyyu’ berasal dari penggalan doa “Yaa qowiyyu, Yaa Aziz qowina wal muslimin, Ya qowiyyu warsuqna wal muslimin” yang berarti ‘Ya Tuhan, berikanlah kekuatan kepada kita segenap kaum muslimin’.

Hingga kini tradisi tersebut masih tetap dilaksanakan oleh masyarakat setempat sebagai wujud menjaga tradisi adat istiadat leluhur serta untuk menambah pengetahuan sejarah penyebaran agama Islam di tanah Jawa bagi kaum muda. 

Berita Terkait

Sambut Ramadhan, Ratusan Warga Klaten Ikuti 'Tambur Perdamaian' Sambut Ramadhan, Ratusan Warga Klaten Ikuti 'Tambur Perdamaian'
Soal Tudingan 'Palu Arit', Rizieq Masih Berstatus Saksi Terlapor Soal Tudingan 'Palu Arit', Rizieq Masih Berstatus Saksi Terlapor
Pilgub DKI Diikuti Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot Saja, Siapa Unggul? Pilgub DKI Diikuti Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot Saja, Siapa Unggul?

#Jakarta #Tradisi Menyebar Apem #Yaa Qowiyyu #Klaten #jawa tengah

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar