Sadis! Guna Ritus Sihir, Bagian Tubuh Anak-anak ini Dipotong

Arah - Anak-anak Albino ini telah dipotong lengan mereka akibat ritual sihir di Tanzania. Mereka dianggap sebagai hantu.

Empat anak albino dari Tanzania yang kehilangan lengan, jari, dan gigi di dalam serangan kepercayaan tahyul telah mengunjungi AS untuk mendapatkan perawatan prostetik secara gratis.

Baca Juga: PBB: Orang dengan Albino Beresiko 'Punah' di Malawi
Ilmuwan Gali Asal-usul Manusia dari Mediterania

Mereka masing-masing berumur 7, 14, 15 dan 16 tahun, dirawat di Rumah Sakit Shriners khusus untuk anak-anak di Philadelphia.

Di Afrika sub-Sahara, masyarakat Albino diserang untuk mendapatkan bagian tubuh mereka karena dianggap mempunyai nilai tinggi bagi ritual sihir dan boleh dijual dengan harga yang mahal.

Kepercayaan sihir ini menyebabkan banyaknya penduduk Tanzania yang mempercayai albino adalah hantu yang membawa nasib buruk.

Barako Lusambo (7), Mwigulu Magesaa (14), Emmanuel Rutema (15), dan Pendo Noni (16), tiba di AS pada Mai lalu guna mendapatkan perawatan.

Lawatan selama tiga bulan itu ditanggung oleh Global Medical Relief Fund, sebuah organisasi di New York yang membantu anak-anak yang cedera dilanda konflik atau bencana.

Elissa Montanti, penggagas organisasi tersebut berkata, “Semasa mereka sampai ke sini, mereka kehilangan martabat. Mereka kehilangan masa kanak-kanak mereka.”

Mereka mendapatkan tempat tinggal di kota New York di Pulau Staten dan mendapatkan perawatan di Philadelphia.
Dia berkata, “Kami satukan mereka kembali. Apabila mereka kembali ke tempat asal, mereka akan mempunyai kekuatan baru.”

Untuk tinggal di Amerika Serikat, anak-anak itu perlu mendapatkan tempat perlindungan, dan organisasi hanya mampu menanggung mereka beberapa waktu untuk menerima perawatan, kata Montanti.

Albino merupakan gangguan kongenital yang menyebabkan kekurangan pigmen di dalam kulit, rambut dan mata.
Menurut Data Pertubuhan Kesehatan Dunia (WHO), di Afrika sub-sahara, sebanyak 5,000 hingga 15,000 orang. Di Tanzania, berkisar 1,400 orang.

PBB mengatakan sekurang-kurangnya 75 albino dibunuh di Tanzania antara tahun 2000 hingga 2015, tetapi itu adalah yang terdata saja dibanding serangan yang sering berlaku pada ritual sihir di kawasan terpencil.

Semasa mereka menjalani fasa perawatan dan pemulihan, mereka melakukan kegiatan melukis, bercakap di antara mereka dalam bahasa Swahili, melihat video-video di Youtube dan menonton kartun dan kesemua itu membantu mereka dalam proses pemulihan.

Mereka mengunjungi rumah sakit lima kali dalam waktu dua hingga tiga bulan saat mereka menginap di sana.
Mwigulu Magesa (14), mengatakan cita-citanya ingin menjadi Presiden Tanzania, sementara Emmanuel Rutema (15), ingin menjadi dokter.

Berita Terkait

Pencoretan Merah Putih, Polisi Ringkus Seorang Terduga Pelaku Pencoretan Merah Putih, Polisi Ringkus Seorang Terduga Pelaku
Ini Kualifikasi KPUD DKI Tentukan Panelis dan Moderator Debat Ini Kualifikasi KPUD DKI Tentukan Panelis dan Moderator Debat
Tiru Kalsel, Sandiaga Janjikan Pasar Terapung di Kepulauan Seribu Tiru Kalsel, Sandiaga Janjikan Pasar Terapung di Kepulauan Seribu

#Jakarta #Tanzania #Ritual Sihir #albino #Anak Albino

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar