Simalakama Petani Garam

Arah -  Bagi petani garam tradisional di desa Santing kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, terik matahari sebagai awal yang baik untuk memulai proses produksi garam di lahan yang sebelumnya hampir setahun lebih terbengkalai.

Di antara mereka sibuk mencangkul tanah untuk dibuat sebentuk petakan kotak persegi dengan ukuran rata-rata 5 x 5 meter, membuat saluran air dan ada pula yang memperbaiki kincir angin untuk memompa air ke areal lahan garam.

Baca Juga: BPPT ternyata sudah punya teknologi atasi kelangkaan garam
Detik-detik Penyelamatan Seorang Pria yang Hanyut di Laut Lepas

Sebelum dialiri air, petakan tanah yang akan digunakan sebagai lahan garam terlebih dahulu diratakan dengan alat penggiling dari semen dan bambu. Permukaan tanahnya harus rata dan halus bertujuan untuk mempermudah proses pemanenan garam.

Usai dihaluskan petakan tanah tersebut diisi air yang dipompa menggunakan kincir angin buatan sendiri. Petani harus pandai-pandai menakar air ke dalam petakan lahan, setelah itu air diuapkan di bawah terik matahari selama tujuh hari.

Setelah air mengering dan berubah jadi kristal berwarna putih, barulah petani memanen garam untuk dijual.

Di tengah langkanya persediaan garam di pasaran, petani garam kini menikmati tingginya harga di pasaran. Kelangkaan ini disebabkan mundurnya musim olah garam, curah hujan yang masih tinggi di awal musim kemarau serta gagal panen garam tahun lalu membuat produksi dan stok garam di gudang-gudang desa Santing, Indramayu menipis, bahkan untuk kebutuhan pasar dalam kota saja tidak terpenuhi.

Baca Juga: BPPT ternyata sudah punya teknologi atasi kelangkaan garam
Detik-detik Penyelamatan Seorang Pria yang Hanyut di Laut Lepas

Di tingkat petani harga garam berada pada kisaran Rp3000 per kilogram untuk kualitas standar, sementara untuk kualitas super Rp4000 per kilogram, harga yang fantastis untuk sekilogram garam, padahal di tahun sebelumnya hanya Rp300 per kilogram.

Meski petani garam di desa Santing menikmati tingginya harga garam, namun beberapa usaha kecil dan menengah (UKM) yang produksinya bergantung pada garam seperti pengolahan ikan asin kini tengah kesulitan akibat tingginya harga garam serta sulit mencari pasokan dari petani, bahkan beberapa pengusaha ikan asin terpaksa gulung tikar.

Di sisi lain, petani garam was-was akan masuknya garam impor, yang dikhawatirkan akan menekan harga kembali rendah, mereka berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tepat agar tidak terjadi kelangkaan garam di pasaran, namun juga melindungi petani yang menggantungkan hidupnya dari produksi garam. (Foto dan Teks: Dedhez Anggara)

Berita Terkait

Astaga, Harga Garam di Tanjungpinang Naik 350 persen Astaga, Harga Garam di Tanjungpinang Naik 350 persen
Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq? Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq?
Benarkah Pertemuan dengan Rizieq Dongkrak Elektabilitas Anies? Benarkah Pertemuan dengan Rizieq Dongkrak Elektabilitas Anies?

#Petani Garam #penggunaan garam #impor garam #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar