BRI Mengajar di Pulau Terdepan Indonesia

Arah - Kepala Divisi Transaction Banking PT BRI Tbk (Persero), Ahmad Solichin Lutfiyanto memberikan pengarahan dalam sesi kelas inspirasi di Pulau-Pulau Terpencil di Indonesia.

Antusias siswa terlihat ketika Solichin memberikan beberapa pertanyaan kepada puluhan siswa dan siswi SD Negeri 002 Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

"Siapa yang tahu nama Presiden Indonesia?", tanya Solichin kepada puluhan siswa SD Negeri 002 Sedanau.

Sontak, sejumlah siswa pun mengangkat tangannya, salah satu siswa yang dihampiri Ahmad menjawab, "Presiden Jokowi".

Adapun, kegiatan tersebut merupakan satu dari rangkaian program BRI mengajar di wilayah perbatasan wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Selain menjaga kedaulatan rupiah di sejumlah wilayah perbatasan, kehadiran BRI mengajar juga untuk percepatan pembangunan di daerah-daerah terluar NKRI.

Untuk sampai ke SDN 002 Sedanau, rombongan BRI mengajar yang berisi sejumlah kepala divisi, staf, dan beberapa wartawan harus menyeberangi laut dari Pulau Ranai ke Pulau Sedanau menggunakan speed boat. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke pulau berpenduduk sekitar 5.000 jiwa tersebut.

Dalam kegiatan bertajuk BRI Mencerdaskan Bangsa itu, bank plat merah itu juga memberikan bantuan pendidikan untuk memperbaiki infrastruktur sekolah Rp87 juta, bantuan buku Rp10 juta, serta menyalurkan beasiswa untuk enam murid masing-masing Rp500 ribu.

Kepala Divisi BUMN 2 Bank BRI, Kokok Alun Akbar mengatakan, pihaknya menyalurkan bantuan kepada sekolah yang dianggap paling membutuhkan.

"Semoga bantuan ini bermanfaat," kata dia.

Baca Juga: Inilah Masjid Sehitlik, Masjid Tertua di Jerman
NTB Satu-satunya Provinsi yang Memiliki Perda Wisata Halal
Wow! Islamic Book Fair Sajikan 20 Ribu Judul Buku




Ditemui di lokasi yang sama, Kepala SDN 002 Sedanau, Zaharah menghaturkan terima kasih kepada BRI atas pemberian bantuan.

"Sesuai proposal yang kami ajukan, dana bantuan nantinya digunakan untuk memperbaiki plafon dan atap," kata Zaharah.

Sebelumnya, Zaharah mengaku bantuan dari pemerintah atau swasta belum pernah sampai ke sekolahnya. Karena itu, ia berharap ada pihak lain yang tergerak menyalurkan bantuan ke sekolah-sekolah di Sedanau.

"Kami berharap ada bantuan di bidang teknologi, seperti laptop. Agar murid-murid kami tidak tertinggal," ucap Zahara yang sempat mengajak para kepala divisi BRI berkeliling melihat keadaan sekolahnya. (Dani)

Berita Terkait

Sunyi Senyap, Begini Suasana Rumah Patrialis Akbar Sunyi Senyap, Begini Suasana Rumah Patrialis Akbar
Pencoretan Merah Putih, Polisi Ringkus Seorang Terduga Pelaku Pencoretan Merah Putih, Polisi Ringkus Seorang Terduga Pelaku
Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq? Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq?

#Jakarta #Pulau Natuna #Kepulauan Riau #Kabupaten Natuna

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar