Badan POM Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 3,8 M

Arah -  Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM), melakukan pesmunahan terhadap 371 item produk obat, obat tradisional, kosmetik, serta pangan ilegal di kantor Balai Besar POM Medan, Jalan Willem Iskandar, Pasar V Barat I, Kota Medan,  Selasa (23/5/2017).

Hasil pengawasan Balai Besar POM (BBPOM) di Medan, barang ilegal yang dimusnahkan tersebut senilai Rp 3,8 miliar.

Hal itu dilakukan sebagai upaya pemberantasan peredaran produk obat dan makanan ilegal yang dimusnahkan secara simbolis dengan cara dibakar ditempat yang telah disediakan dan dilanjutkan di tempat pembuangan akhir di Marelan, Medan.

Baca Juga: Disebut Nazarudin di Persidangan Tipikor, Ini Reaksi Sandiaga Uno
Wacana Pembubaran, HTI Siapkan 1000 Advokat

"Sekarang ini pemusnahan barang ilegal. Pada tahun 2016 ada nilai keekonomiam sekitar Rp 10 miliar. Tapi yang sudah melalui putusan pengadilan ada Rp 3,8 miliar. Barang-barang yang dimusnahkan ini dari berbagai produk yang tak memiliki ijin dan berbahaya jika digunakan. Juga banyak makanan yang tak terdaftar di Badan POM, jadi kami musnahkan," kata Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Suratmono di Medan, Selasa (23/5)

Suratmono menjelaskan, sepanjang tahun 2016 lalu, BBPOM di Medan telah melakukan penindakan secara pro-justitia atas 19 kasus perkara yang diajukan ke proses hukum. Lanjut dia, hal ini tentunya merupakan bagian dari penindakan Badan POM.

Baca Juga: Disebut Nazarudin di Persidangan Tipikor, Ini Reaksi Sandiaga Uno
Wacana Pembubaran, HTI Siapkan 1000 Advokat

Terlebih, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut aktif melakukan pengawasan obat dan makanan di lingkungan sekitarnya.

"Mari bersama wujudkan obat dan makanan aman di Indonesia," ungkap Suratmono.

Dalam pemusnahan periode pertama ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Brigjen TNI (purn) Nurhajizah Marpaung. Jenis produk yang dimusnahkan terdiri dari obat, obat tradisional, kosmetik, pangan. Sebagian produk itu juga ada yang berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Thailand, dan Tiongkok sebanyak 382,657 kemasan. (Anugrah Andriansyah)

Berita Terkait

Blusukan Dipercaya Lebih Pikat Masyarakat ketimbang Hasil Survei Blusukan Dipercaya Lebih Pikat Masyarakat ketimbang Hasil Survei
Penambahan Anggota DPR Diyakini Tak Akan Bebani Negara Penambahan Anggota DPR Diyakini Tak Akan Bebani Negara
Fatwa Dikriminalisasi, MUI Seperti Akan Dilenyapkan? Fatwa Dikriminalisasi, MUI Seperti Akan Dilenyapkan?

#Jakarta #Badan POM RI #Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) #BPOM

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar