Cintya 'Bomber' Hijabers yang Tak Lagi 'Cemen'

Arah - Cintya Indah Meidina Lubis, Bomber cantik berhijab ini, mengaku tak pernah malu untuk berkarya di jalanan. Lewat seni mural yang menuntutnya harus lebih banyak di luar ruang ketimbang di dalam ruang yang nyaman untuk berkarya.

"Aku mulai mural itu dari tahun 2013, itu pun masih cemenlah," ucap Cintya saat ditemui di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat.

Wanita kelahiran Tangerang ini mengaku sangat menyukai seni mural, karna baginya, karya mural yang dibuat, bisa dinikmati banyak orang tanpa harus masuk kedalam ruang-ruang pameran tertentu.

Baca Juga: Seni Mural Merekam Sejarah Kalijodo
Haru! Curahan Hati Penderita Skizofrenia yang Dicap Gila

"Mural itu lebih menantang, tantangannya beda. Karena misalkan di kertas itu medianya kertas doang, beda dengan di tembok besar," ucap Cintya.

Bungsu dari empat bersaudara ini mengaku bangga dengan dirinya yang berhijab dan tetap kreatif dalam mengekspresikan dirinya.

"Malu sih, enggak. Malah bangga. Bahwa muslimah juga bisa kreatif dan menunjukan hijab kaya gini tuh, gak menghalangi kita untuk beraktivitas. Pokonya, tunjukin aja jatidiri kita sebenernya," kata Cintya, meyakinkan.

Di sela-sela kesibukannya dalam pekerjaan sekaligus kuliah, ia tetep meluangkan waktunya untuk terus melahirkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang. (Muhammad Dahroji)

Berita Terkait:

#Jakarta #Lukisan Mural #Bomber Cantik Berhijab #Bomber Berhijab #Mural #Seni Mural #Cintya Indah Meidina Lubis

Berita Terkait

KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak... KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak...
FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan
Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Ketua MK:Ya Allah Saya Mohon Ampun Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Ketua MK:Ya Allah Saya Mohon Ampun

#Jakarta #Bomber Berhijab #Bomber Cantik Berhijab #Lukisan Mural #Seni Mural #Mural #Cintya Indah Meidina Lubis

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar